Wednesday, July 20, 2011

Antasena Return

Tak terasa sudah 3 tahun diriku tidak aktif menulis di blog ini lagi karena kesibukan, males, dll :) Mulai inget blog ini lagi juga karena temen ada nanya cara bikin blog, eh, jadi keinget, lah blog gua sendiri kagak keurus, wkwkwk.

Menulis kadang memang butuh waktu dan pikiran, terutama buat orang melankolik sok perfeksionis macam diriku ini, jadi idenya segudang, keluarnya cuman sekalimat dua kalimat, terus pusing sendiri, dan gak keluar deh tulisan itu pada akhirnya, sigh.

Belakangan ini iseng blogwalking ke beberapa blog kenalan, eh ternyata banyak yang masih aktif, meski banyak juga yang timbul tenggelam macam diriku, beberapa malah sudah hilang blog-nya entah karena apa. Di sisi lain di lingkungan teman yang lain mulai muncul lagi euforia untuk menulis, entah lewat blog, tulisan di media-media citizen journalism seperti kompasiana, koki dll.

Melihat gairah baru di kalangan temen, apalagi dengan munculnya style-style tulisan baru, tulisan dan cerita yang bagus-bagus, akhirnya kembali membangkitkan gairahku untuk menulis. Aku sempat berpikir untuk membuat blog baru, atau menulis di media lain, tapi akhirnya kuputuskan untuk kembali ke blog ini. Salah satu tempat aku mulai menulis. Media lain aku mulai menulis adalah koki, kreasi alm. Zeverina, yang meskipun aku hanya sempat menyumbang satu dua tulisan, kurasa telah sangat berjasa besar dalam membentuk karakter tulisanku di media elektronik ini.

Berita duka meninggalnya mamak Z dan juga sebelumnya perpecahan koki, yang hingga kini tak kuketahui cerita ataupun sebab musababnya, jujur sedikit membuatku agak sedih. Tapi kurasa di sisi lain warisan Z tetap berlangsung, dengan banyaknya orang yang mulai belajar menulis. Sedikit banyak tulisan-tulisan mereka tentunya telah menyumbangkan sesuatu di dunia ini.

Lah, kok jadi curhat, padahal niatnya cuman mau nulis sedikit aja ^^

Sedang berpikir, apakah mau edit layout, well, maybe later, aku masih suka layout ini, hanya sayang sedikit berantakan.Sementara ini mau cari ide dulu buat layout blog pesanan tetangga ..

^^

Saturday, October 09, 2010

2 years Vacuum

Weleh, baru nyadar kalau ini blog sudah tak kurawat selama 2 tahun, ck ck ck

Jadi pengen update, tapi terlalu larut kalau sekarang, bobo dulu ah ... zzzzz

Monday, August 11, 2008

And Justice For All

Semenjak pindah ke Jakarta, sedikit demi sedikit saya merasakan adanya pengaruh aura materi ke dalam diri saya. Entah kenapa, tiba-tiba saya merasakan dorongan untuk bisa lebih, lebih, dan lebih (terutama secara materiil), saya menyebutnya aura materi. Saya tidak tahu kenapa bisa seperti itu, mungkin karena adanya cultural shock, dari daerah yang notabene tidak ada apa-apa, ke daerah yang serba gemerlap, jadi ya lihat apa2 jadi serba pengen, hehe .. Apalagi ketika berjumpa dengan rekan-rekan kuliah atau sma dulu, yang ketika bertukar nomer hape yang membuat hape tercinta saya langsung terlihat butut dengan gemerlapnya hape mereka, yang entah sudah lengkap dengan fasilitas 3G, 3.5G, PDAphone, kamera resolusi tinggi, touchscreen dan entah fasilitas apalagi yang membuat saya menjadi gagap teknologi .. gaptek. Juga ketika di kantor, saya sempat tergagap2 ketika harus berhadapan dengan pertanyaan2 dunia saya seputar blackberry (atau entah apa namanya itu), laptop terbaru, dll. Yang untung selalu bisa dipecahkan dengan call ke service center .. (thanks mas/mbak service center). Belum lagi beberapa kali dimintain tolong temen nyari komputer, laptop, dan beberapa pernak-pernik (gadget) lain - lain .. Yang cuman bisa bikin geleng-geleng ngeliatnya .. plus bikin ngeces2 ..

Keinginan untuk serba lebih juga didorong ketika tahu bahwa biaya pendidikan sekarang sudah selangit, biaya yang dulu cukup untuk kuliah+makan setahun sekarang cuman cukup untuk masukin anak ke SD. Belum lagi biaya fasilitas kesehatan, harga rumah dll yang semakin tinggi. Mau tidak mau ini membuat kami, saya dan istri, mulai berpikir untuk berinvestasi dan mendapatkan penghasilan lebih demi kelangsungan keluarga. Tuntutan yang sebelumnya tidak begitu terasa ketika saya di daerah, ternyata langsung terbentur ketika di Jakarta. Jakarta yang begitu gemerlap dengan segala fasilitas dan harganya.

Di lain pihak, setiap kali berjalan pulang atau berangkat ke kantor, saya melihat tukang koran, para pengojek yang berebut penumpang, anak kecil dan orang tua yang menjadi peminta-minta. Saya merasakan adanya suatu konflik di batin, yang di satu sisi saya melihat gampangnya uang diperoleh dan dihamburkan, sedangkan di lain sisi saya melihat bagaimana orang benar-benar harus berjuang dan sering bahkan mengorbankan harga diri dan etika demi beberapa lembar rupiah. Di sisi yang lain juga saya sangat bersyukur kepada-Nya atas segala kemurahan-Nya kepada kami sekeluarga. Dalam diskusi-diskusi kecil, sering saya menyuarakan sarkasme dan kegetiran saya kepada pemerintah yang saya anggap sudah buta dan tidak adil. Sering juga berdiskusi mengenai apa yang bisa kita lakukan, sekecil apapun itu.


Rasanya apapun itu saya belum menemukan jawaban dari hal ini. Padahal mah kata salah seorang kawan saya: be part of the solution, not the part of the problem. Halah, tapi kok ya gak gampang. Di satu sisi ada kewajiban untuk survive, terutama survive nya keluarga, di satu sisi ada benturan dilema dan keinginan untuk berbuat sesuatu merubah keadaan yang ada. Tapi yang pasti kita hanya bisa berusaha maju, meski kadang kita sadar bahwa kita salah, but that's life :)