Dengan hasil kalah - menang - imbang dari tiga pertandingan terakhir, pekan-pekan pergantian tahun 2011-2012 ini tidak mampu dilewati dengan cukup manis oleh Liverpool. Pertandingan terakhir, dengan kekalahan 3-0 dari Manchester City terasa cukup menyesakkan, namun di lain pihak seperti dinyatakan oleh Kenny Dalglish, kekalahan ini bisa dan harus menjadi pelajaran yang berharga untuk Liverpool.
Dua hal yang bisa dipetik dari pertandingan terakhir melawan City:
Lini Depan
Hilangnya Suarez cukup terasa kali ini, menghadapi tim kuat seperti City, meskipun menguasai bola jauh lebih banyak (sekitar 65%), namun penyelesaian akhir kembali menjadi kendala. Di samping itu meskipun menguasai bola namun serangan Liverpool terlihat agak monoton dan kurang variasi. Kembalinya sang kapten, Steven Gerrard, tentunya diharapkan untuk sedikit banyak memecahkan masalah ini. Di lain pihak, pemain lain seperti Downing, Kuyt, dan Carrol perlu meningkatkan permainannya dan terutama mengembalikan kepercayaan dirinya untuk kembali mencetak gol.
Dalam hal ini saya menilai bahwa faktor kepercayaan diri para pemain ini, terutama ketiga pemain tersebut, sangat mutlak untuk bisa kembali. Saya melihat bahwa para pemain ini memiliki kemampuan hanya seringkali kurang beruntung ditambah mungkin sedikit banyak kehilangan kepercayaan dirinya yang membuat mereka tidak bisa mencetak banyak gol, mengingat banyaknya peluang yang sebetulnya tercipta (hingga saat ini Liverpool termasuk tim yang paling banyak melakukan shoot ke gawang, 18x tembakan ke gawang rata-rata dalam tiap pertandingan). Saya tidak melihat bahwa Liverpool perlu untuk membeli pemain baru di lini depan, kecuali bila dia adalah pemain muda yang bisa menjadi asset di masa depan.
Lini Tengah
Tiadanya Lucas Leiva di sektor tengah kembali terekspos, kali ini oleh Manchester City. Spearing sebenarnya cukup bagus, namun masih kurang matang terutama dalam membaca arah permainan guna menjaga daerahnya. Kali ini saya benar-benar melihat bagaimana arti penting seorang Lucas Leiva di daerah ini. Berbeda dengan masalah lini depan, bila ada dana, saya menilai bahwa lebih baik Liverpool mencari gelandang bertahan dibandingkan mencari penyerang baru. Saya merasa ini lebih mendesak dan akan juga berguna untuk jangka panjang. Alternatif lain mungkin Liverpool bisa mencoba kembali untuk menggunakan dua gelandang bertahan dalam formasi semacam 4-2-3-1 atau justru meniadakan gelandang bertahan dan memainkan pola 4-4-2 direct.
Wednesday, January 04, 2012
Saturday, December 24, 2011
Pekan-pekan Sibuk Untuk Si Merah Dan Beberapa Alternatif
| Skrinsut jadwal pertandingan Liverpool dari website resminya |
Akhir tahun ini sampai dengan awal tahun depan akan menjadi pekan yang sibuk bagi tim-tim Liga Inggris, tak terkecuali tim kesayangan kita ini.
Dari sekilas skrinsut di sebelah, terlihat dalam kurun waktu 19 hari, Liverpool harus bertanding 6 kali, atau rata-rata bertanding sekali setiap 3.1 hari. Ini akan menjadi ujian untuk stamina dan kedalaman squad tim kita ini tentunya.
Lawan yang dihadapi pun terbilang cukup alot, terutama Newcastle & City yang akan dihadapi dalam ajang BPL tanggal 30 Des & 3 Jan nanti.
Dengan jadwal yang cukup padat seperti ini mau tak mau tentu KK harus merotasi pemain-pemainnya. Melihat pilihan starter musim ini memang KK sudah terbiasa melakukan rotasi, meskipun mungkin beberapa di antaranya rotasi terpaksa akibat cederanya beberapa pemain utama seperti Gerrrard, Carragher, dan terakhir Lucas. Ditambah kemungkinan jatuhnya larangan 8x bermain untuk Luis Suarez di awal tahun nanti, pekan-pekan ini akan menjadi pekan yang sangat berat untuk Liverpool. Meski demikian ada harapan positif bahwa Gerrard akan mulai bisa bermain dalam waktu dekat. Carragher sendiri sudah dalam kondisi yang baik meskipun masih sering di bangku cadangan karena baiknya performa Agger/Skrtel di jantung pertahanan Liverpool.
Dilema Pemain Depan
Tanpa larangan bermain untuk Suarez pun, sebetulnya Liverpool cukup kesulitan untuk menjebol gawang lawan, apalagi bila nanti Suarez dijatuhi larangan bermain. Di sisi lain bila Gerrard telah fit 100%, maka kemungkinan faktor hilangnya Suarez akan menjadi minimal bahkan bisa dibilang tidak terasa. Akan tetapi dengan atau tidak adanya Suarez masalah utama Liverpool di lini depan harus ada solusinya.
Apakah dengan kondisi ini lantas Liverpool harus berburu pemain depan baru? Beberapa nama mulai muncul dalam rumor yang berkembang belakangan ini. Namun pilihan untuk belanja pemain depan baru di jendela transfer Januari ini mungkin lebih baik menjadi pilihan terakhir. Pertama, nilai transfer pemain di jendela Januari biasanya melambung tinggi dan mengingat belanja yang telah dilakukan Liverpool sepanjang tahuni ini rasanya lebih baik bila kita tidak menambah belanja pemain baru kecuali bila memang harganya sangat masuk akal.
Hal kedua, rencana Liverpool kali ini adalah membangun kerangka tim untuk beberapa tahun ke depan. Ini sejalan dengan ambisi Liverpool yang "hanya" memasang target peringkat 4 untuk musim kompetisi kali ini. Atas dasar ini mungkin lebih baik bila KK memberi kesempatan untuk pemain-pemain yang ada terutama Carroll yang ada baiknya mendapatkan jam terbang yang lebih tinggi. Meskipun Carroll mungkin tidak akan langsung bersinar, namun mengingat potensi dan umurnya Carroll tetap merupakan asset yang terlalu berharga untuk dianggurkan begitu saja.
Selain Suarez & Carroll, pilihan untuk forward memang sangat terbatas, tercatat hanya Dirk Kuyt & Bellamy yang bisa juga diplot untuk menempati posisi ini, dan Kuyt/Bellamy pun bukan tipe yang cocok menjadi penyerang murni. Di samping kedua pemain ini sebetulnya masih ada pemain muda berpotensi Suso (Jesus Fernandez Saez) yang mungkin juga layak mendapat kesempatan bermain, namun levelnya mungkin masih di bawah pemain-pemain seniornya. Pilihan lain selain membeli adalah dengan memanggil penyerang mudanya Daniel Pacheco, Nathan Eccleston, atau David Amoo. Bila memungkinkan dan tidak ada penambahan pemain baru rasanya ada baiknya ini dilakukan, dengan kemungkinan larangan 8x bermain untuk Suarez, maka Liverpool perlu penyerang cadangan minimal satu lagi.
Rotasi Sektor Tengah
Di sektor tengah, Liverpool kali ini memiliki cukup banyak opsi, untuk gelandang tengah ada Gerrard, Adam, Spearing, Lucas, Henderson, Shelvey. Di sektor sayap ada Downing, Kuyt, Bellamy, Rodriguez, dan juga pemain muda Raheem Sterling yang cukup menjanjikan. Bila di sektor depan Liverpool dirasa kurang memiliki striker yang memiliki ketajaman dalam mencetak gol, maka masalah di lini tengah adalah bertumpuknya banyak pemain dengan posisi dan tipe permainan yang boleh dibilang setipe.
Di sayap terutama rata-rata pemain Liverpool adalah tipe pemain sayap yang suka menusuk ke tengah. Pemain sayap murni yang dimiliki Liverpool saat ini hanya Downing. Tipe permainan yang mirip ini membuat pilihan strategi menjadi terbatas dan permainan cenderung menumpuk di tengah depan.
Untuk posisi gelandang tengah juga nyaris semuanya bertipe sama yaitu gelandang serang, meskipun akhir-akhir ini karena cederanya Lucas & larangan 3x bermain untuk Spearing, Adam dipaksa untuk mengambil posisi ini dan tampaknya mulai menyesuaikan dengan cukup baik di posisi tersebut.
Sektor Belakang
Sektor belakang rasanya merupkan keunggulan Liverpool saat ini. Quartet bek Enrique - Agger - Skrtel - Johnson bisa jadi merupakan kombinasi 4 bek terbaik saat ini di Liga Inggris. Di samping mereka Liverpool juga masih memiliki Carragher yang tentu tidak diragukan lagi, juga Martin Kelly yang menampakkan permainan positif setiap kali tampil. Selain itu beberapa pemain mudanya juga cukup menjanjikan seperti Flanagan, Coady, dan Wisdom. Kelemahan lini belakang adalah tiadanya pelapis untuk Enrique di sektor kiri, satu-satunya pelapis hanyalah Aurelio yang meski cukup baik namun sering didera cedera.
Pilihan formasi
Berdasarkan situasi yang ada, berikut beberapa formasi terbaik yang mungkin bisa menjadi alternatif:
| 4-2-3-1 like |
Bentuk menyerupai 4-2-3-1 ini mungkin formasi ideal bila Gerrard sudah pulih 100%. Dengan Suarez mengambil posisi "false 9", saya pribadi tidak pernah melihat Suarez menjadi posisi striker (9) murni, dan Gerrard sedikit di belakangnya dalam posisi gelandang serang. Penempatan Gerrard dan Suarez ini mengambil keuntungan secara maksimal dari kemampuan Suarez untuk membongkar pertahanan lawan dan Gerrard yang bisa maju menusuk lubang yang ditinggalkan. Ditambah kemampuan penyelesain Gerrard yang baik mungkin kebuntuan lini depan Liverpool bisa dipecahkan.
Mengasumsikan Spearing dalam kondisi dan performa yang baik saya lebih menyukai Spearing dalam posisi jangkar dibanding Adam/Henderson dengan Adam sebagai jangkar. Namun bila Spearing tidak dalam kondisi sempurna, Adam/Henderson bisa menjadi pilihan seperti biasa. Formasi ini menitikberatkan umpan-umpan pendek dengan fluiditas tinggi di sektor tengah - depan.
| 4-5-1 like |
Formasi ini mungkin bisa menjadi alternatif saat Suarez menjalani larangan bertanding atau bila Suarez sedang tidak fit. Formasi ini mewajibkan Downing di kanan atau di kiri untuk mensuplai Carrol dengan crossing-crossing atas. Idenya jelas untuk memaksimalkan kemampuan Carrol dalam bola atas. Dalam formasi ini dengan sayap yang memiliki kecepatan yaitu Bellamy dan Downing, maka umpan lambung ke depan mengandalkan Carrol sebagai "pemantul" bisa dilakukan untuk alternatif serangan balik.
Spearing lagi-lagi menjadi jangkar dalam formasi ini, dan mungkin bisa digantikan oleh Adam atau Coady bila Spearing tidak dalam kondisi terbaik.
Menghadapi lawan seperti Stoke dan Newcastle yang menyukai bola atas mungkin penempatan Spearing dan formasi ini bukan yang paling ideal.
| 4-3-3 like |
Alt C: 433ish
Formasi ini adalah formasi angan-angan saja, namun bukan berarti tidak mungkin, dalam bentuk 4-3-3 yang sangat fluid. Akan lebih baik bila Lucas yang mengisi posisi jangkar. Posisi jangkar di sini akan mengambil posisi bertahan saat tim menyerang.
Formasi ini juga memaksimalkan bek sayap untuk mendukung serangan saat menguasai bola. Dalam menyerang formasi akan berubah mendekati bentuk 3-4-3.
Di depan lagi-lagi Suarez mengambil posisi "false 9" dengan Bellamy di kiri sebagai pendukung.
Posisi ini juga mengandalkan fluiditas para pemainnya. Jujur saya agak meragukan formasi ini berhasil dilakukan di Liga Inggris yang cenderung rigid.
| 4-1-2-1-2 like |
Formasi ini juga merupakan formasi angan-angan, dalam bentuk 4-1-2-1-2. Seperti formasi sebelumnya, formasi ini akan jauh lebih memaksimalkan bek sayap. Saat menyerang formasi ini akan berubah mendekati bentuk 3-5-2.
Susunan ini lebih menitikberatkan kepada serangan dan rawan pada serangan balik di kedua sayap yang ditinggal maju bek sayapnya. Untuk itu posisi jangkar menjadi sangat menentukan untuk membantu kedua bek yang ditinggalkan oleh sayapnya.
Formasi ini sepintas nampak "kurang lebar" dibanding 4-3-3, namun bila dijalankan dengan benar maka lebar lapangan akan di-cover oleh kedua bek sayap. Stamina bek sayap akan sangat terkuras tentunya, oleh karena itu bentuk serangan langsung (direct football) harus dihindari dan menekankan untuk mengatur tempo dalam bentuk umpan-umpan pendek.
Beberapa catatan:
1. Saya mengakui bahwa saya sangat menyukai possession football, yang meskipun akhir-akhir ini terlalu mendominasi akibat pengaruh Barca, namun saya harus mengakui bahwa possession football adalah inti permainan sepakbola dan adalah bentuk yang "paling aman".
2. Sebagai akibat dari poin 1, saya menyukai menumpuk pemain di tengah dengan segala bentuk turunan 4-3-3/4-5-1 atau 3-5-2.
3. Dalam sepakbola modern saya percaya bahwa peran bek dalam membantu serangan adalah sangat menentukan. Hal ini dikombinasikan dengan possession football akan sangat membantu dalam mengoverload pertahanan lawan.
4. Ide "false 9" yang pertama kali (arguably) diusung oleh Roma Spaletti dengan Totti-nya dan diteruskan oleh ManU beberapa saat yang lalu dan kini oleh Barca baru akhir-akhir ini merasuk ke pikiran saya. "False 9" ini ternyata memang sangat berguna untuk menggoyang pertahanan lawan. Bentuk flat 2 bek tengah akan sangat sulit menghadapi bentuk false 9 ini, di saat menyerang false 9 akan keluar dari wilayah di depan pertahanan sehingga membantu pilihan jalur serangan melewati sektor tengah. Namun mungkin bahasan ini bisa kita lakukan di lain kesempatan. Intinya saya mencoba mengandaikan penempatan false 9 dalam formasi Liverpool, yaitu dalam bentuk diri Suarez.
5. Meskipun saya termasuk yang getol mengadvokasi penggunaan Carrol, saya harus mengakui posisi Carrol ini sangat unik dalam persepsi sepakbola yang saya angankan, ditambah pilihan pemain yang ada menjadikan posisi Carrol ini sangat unik. Carrol saat ini adalah pemain no 9 murni, yang terus terang dalam angan-angan saya mulai berkurang perannya di sepakbola modern yang saya angankan. Mungkin seolah Liverpool yang saya angankan di atas dibentuk seputar Suarez, namun menurut hemat saya bukan. Justru Suarez adalah implikasi logis dari pilihan-pilihan formasi dan bentuk yang saya inginkan. Sampai level tertentu saya juga percaya ini yang ada dalam benak KK. Carrol mau tak mau harus menyesuaikan bentuk permainannya bila ingin berkembang bersama Liverpool, yang saya percaya potensinya ada tinggal menunggu untuk dikeluarkan, mungkin bahasan untuk Carrol juga kita simpan untuk kali lain.
Akhir kata, SELAMAT NATAL 2011 dan SELAMAT TAHUN BARU 2012. Selamat berlibur akhir tahun dan sampai jumpa di tahun baru nanti ;)
YNWA!
Thursday, December 22, 2011
Lack of Composure in the Final Third and Excellent Habsi Cost Liverpool 2 Points
Wigan 0 - Liverpool 0, adalah skor akhir dari DW stadium Kamis dinihari tadi ketika Liverpool bertandang ke markas Wigan. Grafik permainan Wigan yang sedikit membaik dalam beberapa pertandingan terakhir ini terus berlanjut dengan keberhasilan menahan imbang Liverpool yang masih berusaha memecahkan permasalahan penyelesaian akhirnya.
Roberto Martinez memainkan susunan pemain yang sama dengan pertandingan sebelumnya yang juga cukup sukses untuk menahan Chelsea 1-1. Di kubu Liverpool, Kenny Dalglish mencoba sedikit merotasi pemainnya dengan memainkan Kuyt & Rodriguez menggantikan Bellamy & Shelvey yang bermain cukup baik ketika melawan Aston Villa minggu kemarin.
King Kenny (KK) kali ini kembali membuat kejutan dengan pemilihan dan penempatan pemainnya. Terutama dengan penempatan Rodriguez di belakang Suarez. Rodriguez menurut hemat saya memang bisa menempati posisi ini, namun posisi terbaiknya adalah mulai dari sayap dan menusuk ke tengah. Hanya kali ini mungkin karena terbatas pilihan pemain maka KK mencoba sedikit memaksakan formasi ini. Bila memang yang diinginkan adalah 5 pemain tengah, saya lebih suka menarik mundur Suarez, dan menempatkan Rodriguez di kiri, Kuyt kanan, dan Carrol di depan. Memang pilihan ini berarti mengorbankan pemain sayap "murni" Liverpool yaitu Downing, namun berarti menambah jumlah meriam Liverpool yaitu: Maxi, Suarez, Kuyt dan Carroll. Memang ini hipotetis, namun pergerakan ketiga pemain (Maxi, Suarez, Kuyt) sepertinya lebih "fluid" dibanding dengan Downing.
Penempatan Downing sendiri kali ini sangat menarik, karena Downing terlihat cukup bebas bergerak ke kiri dan kanan dan seringkali bertukar dengan Kuyt. Memang Downing bisa bermain di kiri ataupun kanan, namun bila yang dikejar adalah "fluiditas" lini tengah saya lebih memilih Maxi/Suarez/Kuyt, terlebih menghadapi pertahanan kokoh Wigan kali ini. Dan bila memang Downing dipilih untuk mencoba menarik sektor pertahanan Wigan dari sayap, mungkin dibanding Rodriguez, Shelvey sedikit lebih baik. Hanya memang tidak diketahui apakah Shelvey sedikit kurang fit untuk starter?
Pertandingan kemudian berjalan cukup nyata mengikuti formasi awal dari kedua tim. 4 pemain depan Liverpool ditambah Henderson cukup kesulitan menghadapi 5 pemain bertahan Wigan. Untuk membongkar pertahanan Wigan berulang kali kedua bek sayap Enrique & Johnson juga maju untuk menambah jumlah pemain di depan. Seperti saat menghadapi Chelsea Wigan cukup disiplin dalam bertahan sehingga nyaris tidak ada peluang bersih yang benar-benar didapat Liverpool.
Pertandingan ini juga semakin memperlihatkan kelemahan Liverpool di sektor depan dimana kurangnya kemampuan Liverpool untuk "menghabisi" peluang yang ada. Tercatat peluang terbaik didapat oleh Dirk Kuyt pada menit ke-25, yang mendapat umpan matang dari Downing dari sektor kiri tepat di depan gawang namun tembakannya masih tepat mengarah kepada kiper Al-Habsi.
Dari 9 kali tembakan tepat ke gawang, Liverpool tidak mampu mencetak satu gol pun. Di satu sisi penampilan Al-Habsi memang sedang cukup sempurna, namun di sisi lain terlihat kurang tenangnya para pemain Liverpool dalam menuntaskan kesempatan yang ada.
Aliran bola dari kaki ke kaki pemain Liverpool sebetulnya terlihat cukup lancar, namun sayang ketika mendekati kotak penalti lawan, sering masih terburu-buru dalam penyelesaian. Beberapa kesempatan yang mungkin lebih baik bila dioper seringkali dipaksakan untuk dribbling atau tembakan langsung. Hal ini berbeda dengan penampilan lini belakang Liverpool yang terlihat cukup tenang dan cukup meyakinkan dalam bertahan.
Pilihan lini depan Liverpool memang masih membuat sakit kepala karena terbatasnya pilihan baik dari tipe pemain tengah/depan dan jumlah striker yang saat ini dimiliki Liverpool, dan ini masih menjadi PR yang harus diselesaikan bila Liverpool ingin finish di "top four". Apalagi bila nanti hukuman larangan bermain untuk Suarez diberlakukan, ini akan menjadi kendala yang sangat berarti. Di sisi lain ada harapan positif dengan sinyal membaiknya sang kapten S. Gerrard.
Roberto Martinez memainkan susunan pemain yang sama dengan pertandingan sebelumnya yang juga cukup sukses untuk menahan Chelsea 1-1. Di kubu Liverpool, Kenny Dalglish mencoba sedikit merotasi pemainnya dengan memainkan Kuyt & Rodriguez menggantikan Bellamy & Shelvey yang bermain cukup baik ketika melawan Aston Villa minggu kemarin.
King Kenny (KK) kali ini kembali membuat kejutan dengan pemilihan dan penempatan pemainnya. Terutama dengan penempatan Rodriguez di belakang Suarez. Rodriguez menurut hemat saya memang bisa menempati posisi ini, namun posisi terbaiknya adalah mulai dari sayap dan menusuk ke tengah. Hanya kali ini mungkin karena terbatas pilihan pemain maka KK mencoba sedikit memaksakan formasi ini. Bila memang yang diinginkan adalah 5 pemain tengah, saya lebih suka menarik mundur Suarez, dan menempatkan Rodriguez di kiri, Kuyt kanan, dan Carrol di depan. Memang pilihan ini berarti mengorbankan pemain sayap "murni" Liverpool yaitu Downing, namun berarti menambah jumlah meriam Liverpool yaitu: Maxi, Suarez, Kuyt dan Carroll. Memang ini hipotetis, namun pergerakan ketiga pemain (Maxi, Suarez, Kuyt) sepertinya lebih "fluid" dibanding dengan Downing.
Penempatan Downing sendiri kali ini sangat menarik, karena Downing terlihat cukup bebas bergerak ke kiri dan kanan dan seringkali bertukar dengan Kuyt. Memang Downing bisa bermain di kiri ataupun kanan, namun bila yang dikejar adalah "fluiditas" lini tengah saya lebih memilih Maxi/Suarez/Kuyt, terlebih menghadapi pertahanan kokoh Wigan kali ini. Dan bila memang Downing dipilih untuk mencoba menarik sektor pertahanan Wigan dari sayap, mungkin dibanding Rodriguez, Shelvey sedikit lebih baik. Hanya memang tidak diketahui apakah Shelvey sedikit kurang fit untuk starter?
Pertandingan kemudian berjalan cukup nyata mengikuti formasi awal dari kedua tim. 4 pemain depan Liverpool ditambah Henderson cukup kesulitan menghadapi 5 pemain bertahan Wigan. Untuk membongkar pertahanan Wigan berulang kali kedua bek sayap Enrique & Johnson juga maju untuk menambah jumlah pemain di depan. Seperti saat menghadapi Chelsea Wigan cukup disiplin dalam bertahan sehingga nyaris tidak ada peluang bersih yang benar-benar didapat Liverpool.
Pertandingan ini juga semakin memperlihatkan kelemahan Liverpool di sektor depan dimana kurangnya kemampuan Liverpool untuk "menghabisi" peluang yang ada. Tercatat peluang terbaik didapat oleh Dirk Kuyt pada menit ke-25, yang mendapat umpan matang dari Downing dari sektor kiri tepat di depan gawang namun tembakannya masih tepat mengarah kepada kiper Al-Habsi.
Dari 9 kali tembakan tepat ke gawang, Liverpool tidak mampu mencetak satu gol pun. Di satu sisi penampilan Al-Habsi memang sedang cukup sempurna, namun di sisi lain terlihat kurang tenangnya para pemain Liverpool dalam menuntaskan kesempatan yang ada.
Aliran bola dari kaki ke kaki pemain Liverpool sebetulnya terlihat cukup lancar, namun sayang ketika mendekati kotak penalti lawan, sering masih terburu-buru dalam penyelesaian. Beberapa kesempatan yang mungkin lebih baik bila dioper seringkali dipaksakan untuk dribbling atau tembakan langsung. Hal ini berbeda dengan penampilan lini belakang Liverpool yang terlihat cukup tenang dan cukup meyakinkan dalam bertahan.
Pilihan lini depan Liverpool memang masih membuat sakit kepala karena terbatasnya pilihan baik dari tipe pemain tengah/depan dan jumlah striker yang saat ini dimiliki Liverpool, dan ini masih menjadi PR yang harus diselesaikan bila Liverpool ingin finish di "top four". Apalagi bila nanti hukuman larangan bermain untuk Suarez diberlakukan, ini akan menjadi kendala yang sangat berarti. Di sisi lain ada harapan positif dengan sinyal membaiknya sang kapten S. Gerrard.
Subscribe to:
Posts (Atom)